Minggu, 20 November 2016

Empat Aturan Menamai Bisnis Anda

Empat Aturan Menamai Bisnis Anda



SEBUAH nama dapat menjadi bagian penting dari perusahaan baru. Pasalnya, pilihan nama dapat merebut perhatian orang. Dan tentu saja sebuah nama yang unik akan meninggalkan arti yang tak akan terlupakan.

Dengan pemberian nama yang tepat, tak ayal akan membuat bisnis Anda semakin moncer. Sebab, pemberian nama yang tepat akan membuat bisnis Anda diminati oleh konsumen. Dengan banyaknya konsumen tentu bisnis Anda akan berkembang dengan maksimal. Berikut terdapat empat aturan untuk menamai bisnis Anda dengan efektif:

(1) Pilih nama yang sederhana dan mudah diingat.

(2) Gunakan nama yang memberitahu pelanggan mengenai layanan atau produk yang Anda tawarkan. Sebuah nama seperti "Smith and Sons" tidak memberikan informasi tersebut, sementara "Smith's Stationery Supplies" memberi arti sendiri.

(3) Hindari penggunaan kata-kata yang berlebihan dalam memberi nama bisnis Anda, seperti "terkenal", "kualitas," "diskon," atau "murah."

(4) Pastikan bahwa nama yang Anda pilih belum digunakan orang lain. (sumber)


Baca Ide Ide Wirausaha Lainnya di Ayopreneur

Kamis, 17 November 2016

Berinovasi Setiap Hari

Berinovasi Setiap Hari



Anda harus mampu berpikir inovatif dalam tahap permulaan membangun sebuah bisnis. Tentunya, hal tersebut menentukan kesuksesan bisnis Anda nantinya. Berikut adalah beberapa cara untuk tetap inovatif.

Pertama, tanyakan pertanyaan mengenai rencana bisnis Anda. Tuliskan tujuan sekarang dan masa depan dalam menjalankan bisnis Anda. Kemudian, sederhanakan strategi tentang bagaimana mencapai target yang telah ditetapkan. Tentunya, Anda memerlukan usaha berpikir jernih.

Kedua, manfaatkanlah setiap segi sumber daya Anda dalam meraih hati konsumen yang lebih besar. Apabila Anda terkendala dana, Anda dapat memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini telah berkembang dengan pesat. Banyak teknologi yang bisa Anda gunakan secara gratis seperti jejaring sosial dan forum diskusi

Ketiga, carilah umpan balik. Ingatlah, tujuan utama Anda adalah memuaskan pelanggan Anda. Untuk itu, Anda dapat langsung bertanya kepada konsumen Anda apa yang mereka cari dan butuhkan. Buka mata dan telinga dengan metode survei. Dengan begitu, Anda akan mengetahui kebutuhan riil dan selera konsumen lebih cepat dibanding pesaing Anda. (sumber)



Baca Ide-Ide Wirausaha Lainnya di Ayopreneur

Rabu, 16 November 2016

Cara Menentukan Lokasi Usaha

Cara Menentukan Lokasi Usaha



Berbagai macam faktor berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha . Salah satu yang utama ialah lokasi. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan sebuah tugas yang harus diselesaikan bahkan jauh-jauh hari sebelum usaha dijalankan. Apapun usaha yang Anda jalankan, sebuah lokasi yang tepat diharapkan dapat memberikan sebuah daya dorong terhadap pertumbuhan usaha secara nyata. Sering ditemui adanya usaha yang kurang berkembang karena terkendala faktor lokasi. Lokasi yang mereka pilih tidak strategis dan kurang menguntungkan dalam sudut pandang bisnis.

Untuk menghindari kekecewaan di kemudian hari karena salah memilih lokasi usaha, tidak ada salahnya Anda simak langkah-langkah berikut ini yang disarikan dari pendapat Karen E. Spaeder dalam artikelnya “How to Find the Best Location”:

Periksa Demografi Anda

Pelajari dengan seksama demografi penduduk di wilayah yang Anda ingin bidik. Jika Anda ingin mendirikan sebuah usaha restoran misalnya, adakan penelitian mengenai tipe gaya hidup, selera, usia, tingkat pendapatan, rumah tangga, dan sebagainya. 

Anda juga dapat mengadakan observasi terhadap para pesaing yang sudah lebih dulu mendirikan usaha di wilayah tertentu. Jika suatu jenis usaha kurang bisa bertahan dan meraup untung di suatu wilayah, biasanya  usaha lain yang sejenis juga mengalami hal yang sama.

Sebuah lokasi yang kurang tepat akan membuat Anda harus berjuang ekstra keras agar orang dapat mengenal dan tertarik dengan usaha yang Anda kembangkan. Meskipun tempat tersebut sesuai dengan tema usaha Anda, atau memiliki harga sewa atau jual yang baik namun jika memberikan Anda beban lebih dalam usaha publikasi, mengapa harus bertahan?

Ketahui juga jenis pemukiman apakah yang berada dekat atau mengelilingi tempat usaha Anda, apakah itu sebuah kompleks rumah sakit, pabrik, perkantoran, kampus, sekolah, dan sebagainya.

Dekati Pesaing Anda
Mungkin langkah ini terdengar agak sulit dilakukan. Bagaimana bisa kita menjalankan usaha dengan para pesaing di sekitar tempat usaha kita? Berpikirlah lebih terbuka karena cara ini justru akan memberikan keuntungan lainnya yang tidak terduga, yaitu memanfaatkan hasil dari usaha marketing para pesaing yang menjalankan usaha di sekitar Anda. Dengan mendekatkan lokasi usaha ke tempat usaha pesaing, Anda dapat memangkas biaya-biaya publikasi dan periklanan yang diperlukan untuk menarik orang menuju ke tempat Anda karena pesaing Anda sudah melakukannya. Jadi Anda justru harus berterimakasih pada pesaing yang telah memperkenalkan usaha Anda meski secara tidak mereka sadari.

Mendekati pesaing juga sebuah cara untuk bisa tetap maju karena usaha Anda ditantang secara langsung oleh pesaing. Dengan begini, Anda akan lebih terdorong untuk bekeja keras dalam memberikan yang lebih baik bagi konsumen karena merasa terpacu oleh persaingan yang ketat dengan para pesaing di dekat Anda. Ini akan menciptakan iklim persaingan bisnis yang positif.

Tentu saja Anda tidak bisa sepenuhnya bersandar terhadap pesaing, terutama dalam hal marketing dan evaluasi tentang properti tertentu karena bisa saja apa yang sesuai dan cocok bagi pesaing, justru bisa mematikan usaha Anda. Anda juga harus melakukannya sendiri.

Bantuan Profesional: Perlukah?
Ada kalanya untuk mendapatkan sebuah lokasi yang strategis kita harus berjuang melalui negosiasi dan perundingan yang begitu alot , panjang, dan melelahkan secara emosional.  Jika Anda bukan jenis orang yang suka bernegosiasi atau tidak memiliki banyak waktu untuk melakukannya, sewalah seorang pengacara/ lawyer untuk menjadi juru negosiasi bagi Anda sehingga Anda bisa mendapatkan harga sewa/ beli yang serendah mungkin.

Juga perlu diketahui bagaimana Anda merancang usaha Anda sebagaimana tertuang dalam business plan/ rencana usaha Anda. Sering jenis lokasi bertalian erat dengan sebuah rencana usaha yang telah ditulis sebelumnya. Ketahui juga tujuan-tujuan strategis Anda yang esensial.

Tanyakan Pertanyaan yang Penting
Sejumlah pertanyaan harus ditanyakan jika Anda benar-benar ingin memastikan bahwa sebuah lokasi memang tepat bagi usaha Anda atau tidak:
1. Apakah lokasi tersebut terletak di sebuah daerah yang ditujukan untuk jenis usaha Anda?
2. Apakah lokasi itu cukup memadai untuk usaha Anda (tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar)?
3. Apakah lokasi itu memenuhi syarat tata letak Anda?
4. Apakah bangunannya perlu perbaikan?
5. Apakah pencahayaan, sistem sirkulasi udara dan pendingin udara yang ada sudah memenuhi kebutuhan Anda atau haruskah Anda melakukan penyesuaian?
6. Apakah persyaratan dan ketentuan yang diajukan wajar?
7. Apakah lokasinya mudah diakses dari tempat tinggal Anda?
8. Apakah Anda bisa menemukan sejumlah karyawan berkualitas di daerah itu?
9. Apakah orang yang menjadi sasaran usaha Anda tinggal di sekitar lokasi itu?
10. Apakah daerah perdagangan itu sangat tergantung kepada usaha yang bersifat musiman?
11. Jika Anda memilih sebuah lokasi yang relatif jauh dari basis pelanggan, akankah Anda mampu mendanai biaya iklan yang lebih tinggi?
12. Apakah lokasi itu sesuai dengan pencitraan usaha yang Anda ingin capai?
13. Apakah lokasi itu berada di lingkungan yang aman dengan tingkat kejahatan yang rendah?
14. Apakah pencahayaan dari luar ke dalam area cukup untuk menarik orang yang berkunjung di malam hari dan membuat mereka merasa aman dan nyaman?
15. Apakah usaha-usaha yang berdiri di dekat lokasi itu mungkin menarik pelanggan yang juga akan melindungi usaha Anda?
16. Apakah ada pesaing yang memiliki usaha yang dekat dengan lokasi itu? Jika ada, dapatkah Anda bersaing dengan mereka tanpa mengalami kekalahan dalam bersaing?
17. Apakah lokasi itu dapat diakses dengan mudah oleh para pembeli?
18. Adakah area parkirnya?
19. Apakah lokasi itu dilewati rute angkutan umum?
20. Bisakah para pemasok memasuki daerah itu untuk mengirim persediaan dengan mudah?
21. Jika usaha Anda berekspansi di masa datang, akankah lokasi itu dapat menampung pertumbuhan itu?
(sumber)


Baca Ide Wirausaha Lainnya di Ayopreneur

Senin, 14 November 2016

Mengatasi Rasa Takut Memulai Bisnis

Mengatasi Rasa Takut Memulai Bisnis



Ringkasan: Beberapa pengusaha berbicara mengenai "ketakutan memulai". Namun, hal itu akan menjadi hambatan keberhasilan jika Anda tidak menghadapinya. Ron Koss, salah satu pendiri Earth's Best Baby Food, menunjukkan bahwa bagaimana menghadapi ketakutan dapat menjadi sesuatu yang memotivasi dan mencerahkan diri--dan akhirnya, akan membantu Anda membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas.

Diadaptasi dari buku berjudul "The Earth's Best Story: A Bittersweet Tale of Twin Brothers Who Sparked an Organic Revolution".

Inilah pertanyaan untuk direnungkan jika Anda mempertimbangkan untuk memulai sebuah usaha. Apa yang lebih buruk: tidak pernah merealisasikan gagasan yang Anda sukai karena Anda takut untuk gagal, atau merealisasikan semua gagasan yang Anda miliki, tetapi mungkin masih harus menghadapi kegagalan?

Apakah kegagalan itu? Saya harus menghadapi pertanyaan ini secara tidak terduga saat saudara kembar saya, Arnie, meluncur ke tempat parkir Ronald McDonald House (1984) di mana saya dan istri saya bekerja sebagai manager dan mengatakan, "Saya memutuskan untuk menjalankan usaha makanan bayi organik. Kami telah membicarakannya selama bertahun-tahun. Ide itu masih bagus. Tidak seorang pun telah melakukannya. Mengapa bukan kita? Saya akan melakukannya dengan atau tanpa Anda." dan kemudian ia meninggalkan saya dalam keadaan kacau.

Inilah pertanyaan yang dengan dramatis mengganggu benak saya, saat saya melihat van merah Arnie menghilang di ujung jalan. Bagaimana jika saya menjalani hidup saya dan tidak pernah "memperjuangkannya" dan tidak pernah terjebak dengan sesuatu, apapun yang terjadi? Bagaimana jika saya harus melihat kembali ke belakang dan menghadapi semua alasan mengapa impian-impian saya tidak terwujud dan apapun yang saya dambakan tidak pernah tercurah? Bagaimana jika saya tahu bahwa saya hanya menjalani sepotong bagian kehidupan tetapi tidak pernah menjalani secara keseluruhan, tidak pernah menjelajahi bagian lain kehidupan ini karena saya kira tantangannya mustahil ditaklukkan, atau di sisi lain tidak dikehendaki, atau harapan-harapan saya yang tak bisa diraih?

Jelasnya, kecemasan memulai tidak lenyap begitu saja tetapi keputusan dan kerelaan untuk mengejar sesuatu saya yakini mendorong saya ke depan. Sebuah momen tak terlupakan dalam kehidupan saya. Hasilnya ialah pendirian Earth's Best Baby Foods, perusahaan makanan bayi organik pertama di AS, dan perusahaan senilai 150 juta dollar yang dimiliki oleh Hain Celestial Group.

Inilah 5 tips yang manjur untuk mengatasi ketakutan untuk memulai atau jika tidak, menghargai ketakutan itu.

1. Jawab pertanyaan, "Bagaimana jika" untuk anda sendiri. Hanya ada dua skenario: jika Anda mulai lakukan dan jika tidak Anda mulai lakukan. Sehingga sisihkan waktu Anda untuk menjawab dua pertanyaan ini dan tuangkan pikiran anda ke dalam tulisan. Anda mungkin  terkejut akan apa yang muncul.

2. Jangan biarkan anda terisolasi dalam ruang hampa. Hindari berputar-putar dalam satu lingkaran dan menyiksa diri sendiri dengan putaran mental "tidak pergi ke mana pun". Keluar dan bicaralah dengan orang-orang tercerdas yang Anda kenal. Jejaring. Dapatkan perspektif. Miliki keingintahuan. Lontarkan pertanyaan dan libatkan diri dengan yang lainnya baik yang memilih untuk melakukan lompatan dan yang tidak.Masukannya akan menstimulasi, menjamin, dan langkah maju selanjutnya akan tampil dengan sendirinya.

3. Ketahuilah sifat Anda dan hargai itu. Sebagian besar pengusaha adalah orang yang selalu optimistis dan kecenderungan ini sering mengakibatkan masalah pada satu sisi, dan kemungkinan pada sisi yang lain. Mereka memimpikan kesuksesan dan cenderung diperkuat dengan ide cemerlang dan mungkin bahkan diperkuat diri mereka sendiri. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda terlalu asyik dengan kegagalan, atau lebih yakin akan keberhasilan? Jika jawaban Anda ialah "kegagalan", itu merupakan petunjuk bahwa  mungkin ada beberapa ketidakcocokan antara Anda sang petualang dengan usaha awal yang Anda impikan. Kembalilah ke Tip #1, pertanyaan "Bagaimana jika" dan bayangkan bahwa Anda ucapkan selamat tinggal pada gagasan Anda. Anda simpan gagasan itu. Merenunginya selama beberapa hari. Dengan mempertimbangkan sifat Anda, apakah ide itu akan menjadi sebuah keputusan yang baik atau buruk?

                                         Baca Ide-Ide Wirausaha Lainnya di Ayopreneur

4. Masalah tidak dapat dihindari. Jadi jangan rencanakan untuk menghindarinya. Buat strategi tentang bagaimana Anda akan menghadapinya. Bila prospek ini tidak menyenangkan dan tidak menggembleng anda untuk  siap bekerja 24 jam 7 hari seminggu atau paling tidak 12 jam sehari 6 hari seminggu, ketakutan awal Anda mungkin akan menjadi teman anda. Usaha awal akan sangat menguras energi bahkan dengan jalan yang tak terbayangkan. Bila Anda tidak memiliki gairah, Anda mungkin tidak mempunyai dorongan yang diperlukan untuk melejit yang diperlukan semua usaha kecil. Tidak ada cara untuk bisa setengah hamil dan tidak ada cara untuk memulai setengah jalan.

5. Kenali kekuatan dan kelemahan Anda. Sehubungan dengan gagasan awal, apakah Anda memiliki cukup banyak akal untuk meminimalisir kekurangan dan mengatasi kelemahan Anda? Apakah Anda seorang kolaborator? Dapatkah Anda memberi tenaga pada yang lain dan membangun sebuah jaringan pendukung? Bila Anda cenderung untuk bertindak tanpa mempertimbangkan masak-masak, pikirkan kembali. Kumpulkan keahlian-keahlian yang Anda tidak miliki dan rasa takut awal Anda akan lebih mungkin untuk teratasi. Ingatlah, sebagai seorang pengusaha, Anda tidak harus menjadi "semuanya". Anda hanya harus mencoba untuk mengantisipasi semuanya (tidak ada yang dapat mengantisipasi semuanya) dan jadilah seseorang dengan banyak akal, menemukan bantuan dan dukungan yang Anda butuhkan untuk menempuh perjalanan.

Gunakan ketakutan Anda. Dengarkan ketakutan itu. Mengertilah dan bicaralah dengan ketakutan Anda. Ketakutan Anda sebenarnya dapat mengajari Anda banyak hal. Namun, ketakutan bukan majikan Anda --atau tidak seharusnya. Berdayakan diri Anda sendiri dengan tidak menghilangkan ketakutan untuk mengawali, tetapi dengan menghadapi mereka secara langsung dan mengatasinya. (sumber)